Kisah Nyata ! Wanita Ini Taat Beribadah Namun Tak Bisa Masuk Surga, Hanya Karena Menyepelekan Hal Ini !

Ta'at-Beribadah-Takbisa-Masuk-Surga

Alkisah diceritakan pada seorang wanita yang dikenal taat beribadah, ia sangat rajin melakukan ibadah wajib maupun sunah ada satu kekurangannya ia tak mau berjilbab manutup auratnya, setiap kali di tanya ia hanya tersenyum, ia hanya menjawab insyallah yang penting hatinya dulu yang berjilbab, sudah banyak orang menanyakannya maupun menesahatinya tapi jawabannya tetap sama. Hingga suatu malam ia bermimpi sedang berada di sebuah taman yang indah rumputnya sangat hijau, berbagai macam bunga yang bermekarania bahkan bisa merasakan bagaimana segarnya udara dan wanginya bunga, sebuah sungai yang sangat jernih air nya terlihat melintas di pinggir tanaman hembusan angin pun ia rasakan di sela-sela jarinya, beberapa wanita disitu yang terlintas juga menikmati pemandangan keindahan taman. Lalu ia pun menghampiri salah satu wanita tersebut wajahnya sangat bersih seakan-akan memancarkan cahaya yang sangat lembut. Assalamu’alaikum Saudariku, Walaikumsalam saudariku selamat datang saudariku, terima kasih apakah ini surga wanita? Wanita itu pun tersenyum tentu saja ini bukan saudariku, ini hanyalah tempat menunggu sebelum surga, benarkah tidak bisa ku bayangkan seperti apa indahnya surga, tempat menunggu sudah seperti ini, lalu wania itu bertanya lagi amalan apa saja bisa membantu kembali lagi wahai saudariku, aku selalu menjaga sholat dan menambah dengan ibadah-ibadah sunah, tiba-tiba di ujung taman ia melihat sebuah pintu yang sangat indah, pintu itu terbuka dan ia melihat beberapa wanita yang di taman tadi mulai memasukinya satu persatu, ayo kita ikuti mereka kata wanita itu sambil setengah berlari, apa di balik pintu itu!  tentu saja surga, wahai saudariku,,, larinya semakin cepat tunggu-tunggu berlari sekencang-kencangnya namun tetap tinggal , wanita itu hanya setengah berlari sambil tersenyum padanya namun ia tetap saja tidak mampu mengejarnya meski ia sudah berlari sekuat tenaga lalu ia berteriak, amalan apa yang engkau lakukan hingga engkau tampak begitu ringan sama dengan saudariku jawab wanita itu sambil tersenyum wanita itu telah mencapai pintu sebelah kakinya telah melewatinya, sebelum wanita itu melewati sepenuhnya lalu ia berteriak amalan apa lagi yang engkau lakukan yang tidak aku lakukan, wanita itu menatapnya dan tersenyum dan berkata apakah engkau tidak memperhatikan dirinya apa yang membedakan dengan diriku, ia sudah kehabisan napas tapi tak mampu lagi menjawab apakah engkau mengira bahwa auratmu mengijinkanmu masuk ke surga tanpa penutup aurat ( jilbab ) kata wanita itu. Tubuh wanita itu telah melewati tapi tiba-tiba kepalanya mengintip dan  memandangnya, lalu ia berkata sungguh di sayangkan amalmu tidak mampu mengikutiku masuk surga ini cukuplah surga sampai di hatimu karena niatmu adalah menghijab hatimu.